Thursday, August 27, 2015

KONSEP ANTI FORENSICS

Antiforensik adalah kebalikan dari forensik yaitu teknik yang digunakan untuk mempersulit atau menggagalkan upaya  analisis forensik. Sebenarnya ilmu antiforensik muncul lebih dahulu dibandingkan dengan ilmu forensik, dimana pada jaman dahulu digunakan pada masa-masa perang sebagai media komunikasi yang aman antara prajurit dengan atasannya(Ruby Alamsyah).

Agan-agan, jika anda adalah orang baik, maka di luar sana mungkin ada orang yang jahat. jika forensik bertujuan mengungkap sebuah kasus, maka anti forensik bertujuan menutupi sebuah kasus. Tujuan anti forensik antara lain :
1.       Menghancurkan barang bukti;
2.       Memberi informasi yang tidak akurat;
3.       Memperlama waktu pemeriksaan barang bukti;
Intinya adalah bagaimana caranya agar suatu kasus tidak bisa dipecahkan, atau walaupun bisa dipecahkan, maka akan memakan waktu yang lama dan dengan tingkat kerumitan yang tinggi.

terlepas dari niat atau tujuan forensik maupun anti forensik,kedua kegiatan tersebut mempunyai teknik tersendiri. artinya anti forensik pun dilakukan dengan ilmu pengetahuan atau sains. 

Teknik anti forensik antara lain :
1.        Kriptografi
2.       Steganografi
3.       Watermarking
4.       Data hiding

Metode Anti Forensik
Ada 4 metode anti forensik yang dikemukakan oleh Dr. Marc Rogers, yaitu :
1. Data Hiding
Teknik menyembunyikan data, dilakukan agar investigator tidak dapat melihat bukti secara langsung. Barang bukti tidak dimusnahkan atau dimanipulasi, hanya disembunyikan agar membuatnya lebih tidak tampak di mata investigator. Oleh karenanya diperlukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap barang bukti tersebut.
Contoh: steganography, data yang disembunyikan di unallocated space dalam harddisk.
2. Artefact Wiping
Teknik memusnahkan barang bukti dengan cara menghapusnya sehingga sulit dan jika mungkin mustahil untuk di-recover. Teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai macam tools yang telah tersedia di pasaran, seperti BC Wipe, Eraser, dan PGP Wipe. Namun teknik ini juga bisa dibilang tidak sempurna, karena kebanyakan dari tools tersebut akan meninggalkan jejak penghapusan yang dapat dilacak.
3. Trail Obfuscation
Teknik mengacaukan jejak yang dilakukan agar investigator forensik dibuat bingung dalam proses pemeriksaan barang bukti. Contoh tools yang digunakan adalah:
  • Timestomp   –> digunakan untuk memodifikasi timestamp (access, creation, dan modification time/date) pada metadata.
  • Transmogrify   –> digunakan untuk memodifikasi header dari file signature. Contoh: header file .jpg diubah menjadi header file .doc, sehingga jika ada tools forensik yang digunakan untuk mencari file .jpg, maka file .jpg yang telah diubah header-nya menjadi file .doc akan di-skip.
4. Attacks Against Computer Forensics Tools
Teknik serangan terhadap tools forensik komputer. Dilakukan karena tools tersebut memiliki celah keamanan (vulnerability) dan investigator yang sangat bergantung kepada tools tersebut.
Salah satu contohnya adalah tools anti forensik yang menargetkan integritas nilai hash untuk verifikasi image/copy dari bukti digital. Dengan mempengaruhi integritas nilai hash inilah, nantinya membuat barang bukti yang dikumpulkan dan diperiksa akan diragukan keabsahannya.




SUMBER
http://infokomputerdotcom.blogspot.com/2014/01/anti-forensik.html
www.garykessler.net/library/2007_ADFC_anti-forensics.pdf

http://www.senenkliwon.com/anti-forensik-2837.htm

No comments:

Post a Comment