Saturday, July 25, 2015

MODEL INVESTIGASI DARI PAPER "COMMON PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS"

COMMON PHASES OF COMPUTER FORENSICS INVESTIGATION MODELS

Meningkatnya jumlah aktivitas kriminal yang menggunakan informasi digital sebagai alat atau target, memerlukan tata cara terstruktur dalam penangan proses investigasi. Proses atau prosedur penanganan yang digunakan dalam investigasi forensik komputer akan memiliki pengaruh langsung terhadap hasil investigasinya. Melewatkan satu langkah atau mengganti prosedur penanganan barang bukti dapat mengakibatkan kesimpulan yang tidak valid. Sedangkan hasil dan barang bukti yang tidak valid tidak bisa diterima di pengadilan. Maka dari itu sangat penting untuk seorang penyidik komputer forensik  ​​untuk melakukan proses dengan baik dan memakai proses standar yang terstruktur. Belum ada model dan phases dalam DFIF standar dari sekian banyak DFIF yang digunakan oleh para penyidik (investigator). Oleh karena itu perlu adanya DFIF standar yang dapat menyempurnakan DFIF yang telah ada sebelumnya.
Pada tahun 1984, Laboratorium FBI dan badan penegak hukum lainnya mulai mengembangkan program untuk memeriksa barang bukti komputer. Dan dengan semakin berkembangnya zaman, model-model investigasi forensik komputer pun bermunculan. Namun model-model yang sudah ada tidak bersifat general, yang artinya untuk beberapa kasus mungkin bisa digunakan sebuah model namun tidak cocok untuk kasus yang lain. Untuk itu perlu dibangun sebuah model yang bisa mencakup semua kebutuhan dari proses investigasi, sehingga model tersebut cocok untuk kasus apapun yang akan ditangani.
Berikut beberapa model investigasi yang dibahas dalam paper ini :
No Model Oleh Gambar
1 Computer Forensic Investigative Process (1984) M. M. Pollitt 1
2 DFRWS Investigative Model (2001) DFRWS 2
3 Abstract Digital Forensics Model (ADFM) (2002) M. Reith, C. Carr & G. Gunsh 3
4 Integrated Digital Investigation Process (IDIP) (2003) B. Carrier & E. H. Spafford 4
5 Enhanced Digital Investigation Process Model (EDIP) (2004) B. Carrier & E. H. Spafford 5
6 Computer Forensics Field Triage Process Model (CFFTPM) (2006) M. K. Rogers, J. Goldman, R. Mislan, T. Wedge & S. Debrota 6
7 Digital Forensic Model based on Malaysian Investigation Process (DFMMIP)
(2009)
P. Sundresan 7
8 Scientific Crime Scene Investigation Model (2001) S. Ciardhuain 8
9 End to End Digital Investigation (2003) P. Stephenson 9
10 Extended Model of Cybercrime Investigation (2004) S. Ciardhuain 10
11 A Hierarchical, Objective-Based Framework for the Digital Investigations
Process (2004)
N. L. Beebe & J. G. Clark 11
12 Framework for a Digital Forensic Investigation(2006) M. Kohn, J. H. P. Eloff, & M. S. Olivier 12
13 Common Process Model for Incident and ComputerForensics (2007) F. C. Freiling & B. Schwittay 13
14 Dual Data Analysis Process (2007) D. Bem & E. Huebner 14
15 Network Forensic Generic Process Model (2010) E. S. Pilli, R. C. Joshi, & R. Niyogi 15

Dari semua model di atas, dapat dikelompokkan berdasarkan fasenya :
1 Acces 24 Internet Investigation
2 Acquisition 25 Investigation
3 Admission 26 Notification
4 Analysis 27 Physical Crime Investigation
5 Approach Strategy 28 Planning
6 Archive Storage 29 Post-Analysis
7 Authorization 30 Pre-Analysis
8 Awareness 31 Preparation
9 Case Specific Analysis 32 Presentation
10 Chronology Timeline Analysis 33 Preservation
11 Collection 34 Proof & Defense
12 Deployment 35 Readiness
13 Detection 36 Recognition
14 Digital Crime Investigation 37 Reconnaissance
15 Dissemination of Information 38 Reconstruction
16 Dynamite 39 Report
17 Evaluation 40 Returning Evidence
18 Examination 41 Review
19 Hypothesis creation 42 Search & Identify
20 Identification 43 Traceback
21 Incident Closure 44 Transport & Storage
22 Incident Response 45 Triage
23 Individualization 46 User Usage Profile Investigation

Dari Fase di atas, bisa dikelompokkan lagi menjadi 5 Fase Utama yaitu :
No. Fase Utama
No. Sub Fase
1 Pre – Process 1,5,7,8,26,28,30,31,35,36
2 Acquisition & Preservation 2,11,12,13,20,30,33,42,44
3 Analysis 4,9,10,13,14,16,17,18,19,23,24,25,27
4 Presentation 3,29,32,34,39
5 Post-Process 6,15,21,22,40,41

Dan dihasilkan sebuah model generik yang diberi nama Generic  Computer Forensic Investigation Model (GCFIM).
M16
Keterangan :
  • Pre-Process : Tugas yang dilakukan untuk kegiatan yang perlu dilakukan sebelum penyelidikan dan pengumpulan data resmi.
  • Acquisition & Preservation : Tugas yang dilakukan pada tahap ini terkait dengan yang mengidentifikasi, memperoleh, mengumpulkan, mengangkut, menyimpan dan melestarikan data.
  • Analysis : Tugas utama dan pusat proses penyelidikan forensik komputer. Tahap analisis dilakukan pada data yang diperoleh untuk mengidentifikasi sumber kejahatan sampai menemukan orang yang bertanggung jawab dari kejahatan tersebut.
  • Presentation : Laporan hasil investigasi harus dapat dipahami oleh semua pihak dengan disertai barang bukti yang dapat dipertanggung jawabkan di pengadialan.
  • Post-Process : Tahap penutupan penyelidikan dengan cara yang tepat. Bukti Digital dan bukti fisik harus benar-benar dikembalikan kepada pemilik yang sah dan disimpan di tempat yang aman.
Sumber :
Yusoff, Y., Ismail, R., & Hassan, Z. (2011). Common phases of computer forensics investigation models. International Journal of Computer Science & Information Technology (IJCSIT).

Saturday, July 11, 2015

5 ROLES DALAM MENANGANI SEBUAH KASUS

"DIGITAL FORENSICS: DIGITAL EVIDENCE IN CRIMINAL INVESTIGATIONS" OLEH ANGUS MCKENZIE MARSHALL

Dalam buku ini dibahas mengenai peran dari bukti digital yang didapatkan dari banyak kasus. Menurut Marshall, meskipun perangkat digital cukup pasif dalam kehidupan sehari-hari (hanya melakukan sesuatu sesuai dengan instruksi yang diberikan), namun perangkat tersebut banyak digunakan untuk mendukung berbagai aktifitas manusia, sehingga mereka juga dapat melakukan berbagai peran dalam dunia kejahatan.

Ada 5 peran yang dibahas dalam buku ini :
  1. Witness (Saksi)
    Saksi adalah pengamat pasif kegiatan. Tidak memiliki kontak langsung dengan pelaku, namun dapat menggambarkan kondisi tempat kejadian dan apa yang dilakukan oleh pelaku dengan detail.
    contoh : CCTV.
  2. Tool (Alat)
    Dalam konteks ini didefinisikan sebagai sesuatu yang memudahkan sebuah aktifitas. Tool dapat berupa sebuah software, sebuah device, atau perangkat jaringan yang kompleks.
  3. Accomplice (Kaki Tangan)
    Kaki tangan adalah pihak yang memiliki peran penting dalam keberhasilan suatu aktivitas.
    Sistem digital tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk, atau mengerti akan hukum. Namun, sistem digital dapat berperan sebagai kaki tangan manakala terlibat kontak langsung dengan pelaku. Seperti jika pelaku menemukan suatu celah atau kelemahan pada sistem digital, dia dapat mengeksploitasi celah tersebut untuk menanamkan malware (virus, trojan, dll.) kepada sistem tersebut. Hal ini membuat sistem digital yang terinfeksi malware tersebut menjadi kaki tangan dari si pelaku.
  4. Victim (Korban)
    Korban adalah target serangan, dalam konteks sistem digital, sangat jarang ditemukan situasi dimana sistem itu sendirilah yang menjadi target yang sebenarnya. Akan tetapi pada umumnya, serangan terhadap sistem tersebut digunakan sebagai sarana untuk menyerang organisasi atau individu yang terkait dengan sistem.
  5. Guardian (Pelindung)
    Sebuah kejahatan hanya dapat terjadi ketika penyerang yang termotivasi dan korban yang cocok bertemu tanpa adanya penjagaan yang sesuai. Dalam konteks digital, digital devices dapat berfungsi sebagai penjaga atau pelindung dari serangan.



Sumber :

 Marshall, A. M.(2009). Digital forensics: Digital evidence in criminal investigations

Monday, July 6, 2015

KARAKTERISKTIK BUKTI DIGITAL

Kali ini akan saya list beberapa sumber yang menerangkan tentang karekteristik bukti digital :



  1. Judul  : Digital EvidencePenulis : Harley Kozushko
    infohost.nmt.edu

    Karakteristik :   
    • Otentik 
    • Akurat 
    • Lengkap
    • Meyakinkan untuk juri 
    • Sesuai dengan hukum umum dan aturan legislatif (diterima). 
     
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik http://www.kemhan.go.id/ 
    Karakteristik :  
    • Tidak mudah rusak;
    •  Mudah diperbanyak;
    •  Mudah hilang;
     
  3. Judul : Securing Digital EvidencePenulis : Jennifer Richter, Nicolai Kuntze, Carsten Rudolph
    http://www.trustedcomputinggroup.org/
    Karakteristik :      
    • Dalam bentuk biner
    • Dapat dengan mudah dimanipulasi
    • Data yang dikumpulkan dapat dengan mudah dimodifikasi
    • Data yang dimodifikasi sulit untuk dideteksi
    • Rentan mengalami kerusakan dari saat di-retrieve sampai dijadikan barang bukti
     
  4.  Judul : Digital Evidence Cabinets: A Proposed Framework for Handling Digital Chain of Custody Penulis : Yudi Prayudi, Ahmad Ashari, Tri K Priyambodo
    academia.edu
    Karakteristik : 
    • Mudah untuk diduplikasi dan ditransmisikan
    • Sangat rentan untuk dimodifikasi dan dihilangkan
    • Mudah terkontaminasi oleh data baru
    • Time sensitive
    • Dimungkinkan bersifat lintas negara dan yurisdiksi hukum
         


DENNIS RADER TERTANGKAP KARENA JEJAK DIGITAL

Dennis Rader Lynn lahir pada tanggal 9 Maret 1945, di Pittsburg, Kansas. Rader dibesarkan di Wichita, Kansas. Rader Dikenal sebagai "BTK Killer" atau “BTK Stangler” singkatan dari "Bind, Torture, and Kill" yang berarti "mengikat, penyiksaan, dan membunuh" serta dikenal sebagai Teroris daerah Wichita, Kansas. Dennis Rader meneror daerah Wichita, Kansas, dari tahun 1974 sampai 1991. Dia bertugas di Angkatan Udara AS dari pertengahan hingga akhir 1960-an. Dia menikahi istrinya Paula pada tahun 1971 dan bekerja pada sebuah perusahaan peralatan berkemah selama beberapa tahun. Pada tahun 1974 dia bekerja sebagai Keamanan ADT.

Kehidupan Pribadi Dennis Rader Lynn
Rader masuk Butler County Community College di El Dorado, dan mendapatkan gelar sarjana di Electronics pada tahun 1973. Dia terdaftar di Wichita State University. Dia lulus dari sana pada tahun 1979 dengan gelar sarjana di bidang Administrasi Kehakiman. Ia menikahi Paula Dietz, pada tanggal 22 Mei 1971, dan mereka memiliki satu putra dan satu putri.
Dari tahun 1972 sampai 1973, Rader bekerja sebagai assembler untuk Coleman Company, sebuah perusahaan peralatan berkemah, seperti memiliki dua korban awal. Dia kemudian bekerja untuk waktu yang singkat untuk Cessna, pada tahun 1973. Dari November 1974 hingga dipecat pada bulan Juli 1988, Rader bekerja di sebuah kantor Wichita berbasis ADT Security Services, sebuah perusahaan yang menjual dan menginstal sistem alarm untuk bisnis komersial. Selama disana dia memegang beberapa posisi, termasuk manajer instalasi. Selama disana ia belajar bagaimana untuk mengalahkan sistem keamanan rumah.
Rader adalah sensus operasi lapangan pengawas untuk daerah Wichita pada tahun 1989, sebelum sensus federal yang 1990.

Pada tahun 1991 Rader dipekerjakan untuk menjadi pengawas dari Departemen Kepatuhan di Park City, dua karyawan, departemen multi-fungsional yang bertugas “kontrol hewan, masalah perumahan, zonasi, penegakan izin umum dan berbagai kasus gangguan.” Dalam posisi ini, tetangga ingat dia sebagai kadang-kadang terlalu bersemangat dan sangat ketat, satu tetangga mengeluh bahwa ia eutanasia (mengakhiri hidup orang atau hewan)  anjing tanpa alasan. Pada tanggal 2 Maret 2005, Dewan Park City mengakhiri kerja Rader karena kegagalan, laporkan untuk kasus pembunuhan lima hari sebelumnya.
Rader bertugas di kedua Dewan Sedgwick County dari Zonasi Banding dan Kontrol Dewan Penasehat Hewan (ditunjuk pada tahun 1996 dan mengundurkan diri pada tahun 1998). Dia juga anggota dari Gereja Lutheran Kristus, jemaat Lutheran sekitar 200 orang, dekat mantan SMA-nya. Dia telah menjadi anggota selama sekitar 30 tahun dan telah terpilih sebagai presiden Dewan Kongregasi. Dia juga seorang pemimpin pramuka. Anaknya menjadi Eagle Scout. Pada tanggal 27 Juli 2005, setelah penangkapan Rader, Sedgwick County Hakim Distrik Eric Yost dibebaskan periode yang biasa menunggu 60 hari dan diberikan perceraian langsung untuk istrinya, setuju bahwa kesehatan mentalnya dalam bahaya. Rader tidak kontes perceraian, dan pernikahan 33 tahun berakhir. Paula Rader mengatakan dalam permohonan perceraiannya bahwa kondisi mental dan fisiknya telah terpengaruh oleh pernikahan.
Pada tahun yang sama, Rader melakukan kejahatan pertamanya. Pada tanggal 15 Januari 1974, Rader membunuh empat orang anggota keluarga Otero di rumah mereka yaitu Joseph dan Julie Otero dan dua anak-anak mereka, Josephine dan Joseph Jr. mereka meninggal karena tercekik, kemudian Rader mengambil jam tangan dan radio dari rumah. Anak Oteros yang berumur 15 tahun ', Charlie, pulang saat itu dan menemukan mayat
Pada tanggal 4 April 1974, Rader membunuh Kathryn Bright dengan menusuk dan mencekik, dan berusaha untuk membunuh kakaknya, Kevin. Kevin ditembak dua kali, tapi selamat. Dia menggambarkan Rader seperti " pria berukuran rata-rata, kumis lebat, mata 'psikotik'," menurut sebuah artikel majalah TIME

Pada bulan Oktober 1974, Rader mencari ketenaran dan perhatian untuk kejahatannya, menempatkan surat dalam sebuah buku perpustakaan umum di mana ia bertanggung jawab terhadap pembunuhan Oteros. Surat itu berakhir dengan sebuah koran lokal, dan ditulis beberapa ide catatan buruk. Rader menulis, "itu sangat sulit untuk mengendalikan diriku. Anda mungkin memanggil saya." Psikotik dengan bergantung pada penyimpangan seksual".
Kejahatan Rader yang diketahui berikutnya terjadi pada tahun 1977. Pada bulan Maret tahun itu, ia mengikat dan mencekik Shirley Vian setelah mengunci anak-anaknya di kamar mandi. Pada tanggal 8 Desember 1977, dia mencekik Nancy Fox di rumahnya dan kemudian menelepon polisi untuk memberitahu mereka tentang pembunuhan itu. Tak lama setelah pembunuhan Fox, Rader mengirimkan puisi ke koran lokal tentang pembunuhan Vian pada bulan Januari 1978. Beberapa minggu kemudian, ia mengirim surat kepada sebuah stasiun televisi lokal yang menyatakan bahwa ia bertanggung jawab atas pembunuhan Vian, Fox, dan korban lain yang tidak diketahui. Dia juga membuat sindiran pembunuh seperti yang terkenal lainnya, termasuk Ted Bundy dan David Berkowitz, juga dikenal sebagai " Son of Sam."
 


Korban Pembunuhan Dennis Rader Lynn
•    15 Januari 1974: Empat anggota keluarga Otero
o    Joseph Otero
o    Julie Otero, istri Yusuf
o    Joseph Otero II, anak
o    Josephine Otero, putri
•    April 4, 1974: Kathryn terang (ia juga menembak adik Bright, Kevin, dua kali, tapi dia selamat)
•    17 Maret 1977: Shirley Vian
•    8 Desember 1977: Nancy Fox
•    April 27, 1985: Hedge Kelautan
•    September 16, 1986: Vicki Wegerle
•    19 Januari 1991: Dolores Davis

Dia mengumpulkan barang-barang dari adegan pembunuhan yang dilakukannya dan, kabarnya, ia tidak punya item yang terkait dengan setiap pembunuhan lainnya. Dia memang memiliki korban yang dituju lainnya, terutama Anna Williams, 63, yang pada tahun 1979 lolos dari kematian kembali pulang lebih lambat dari yang ia harapkan. Rader menjelaskan selama pengakuannya bahwa ia telah menjadi terobsesi dengan Williams dan “sangat marah” ketika ia menghindari dia. Rader menghabiskan berjam-jam menunggu di rumahnya tetapi menjadi tidak sabar dan pergi ketika dia tidak pulang dari mengunjungi teman-temannya.
Rader telah mengintai dua wanita di tahun 1980-an dan satu di pertengahan 1990-an. Mereka mengajukan perintah penahanan terhadap dirinya dan satu pindah.
Rader juga mengakui dalam interogasi bahwa ia berencana untuk membunuh lagi. Dia bahkan telah menetapkan tanggal, bulan Oktober 2004, dan menguntit korbannya.


Investigasi
Tiga puluh tahun setelah pembunuhan pertama, antara Maret 2004 dan Februari 2005, pembunuh BTK muncul kembali di tengah perhatian Media. Departemen Kepolisian Wichita mengembangkan strategi media yang kontroversial untuk mendorong komunikasi dengan pembunuh berantai tersebut dan mengembangkan cara-cara inovatif untuk mengelola sejumlah besar informasi yang diberikan oleh masyarakat. Penyelidikan dilakukan dengan menggunakan 2 cara yaitu :
1.      Cara Departemen Kepolisian Wichita dalam komunikasi dengan pembunuh melalui media.
2.      Melibatkan Teknologi DNA dan Ilmu Forensik Komputer.
Pada tanggal 19 Maret 2004, si pembunuh mengirimkan surat kepada redaksi Elang Wichita. Dalam laporannya pada surat itu, surat kabar melaporkan BTK mengklaim bertanggung jawab atas 16 September 1986, pembunuhan seorang ibu muda dari dua yang ditemukan di dalam rumahnya.
Pada tanggal 25 Maret 2004 Polisi Wichita mengadakan konferensi pers. Dalam 24 jam pertama setelah konferensi pers, hampir 400 tips diterima dan pada pertengahan Mei tips diterima oleh polisi melebihi 2.000.
Surat lain dari si pembunuh muncul pada tanggal 5 Mei 2004, muncul di redaksi Wichita dari stasiun televisi KAKE. Seperti bab baru dalam kisah pembunuh berantai mulai terungkap, Departemen Kepolisian Wichita mulai mengadaptasi teknik investigasi. Perlu diingat bahwa tujuan utama departemen adalah untuk mengidentifikasi dan menangkap Serial BTK Killer, dalam tugasnya Satgas BTK menghadapi empat tantangan utama yaitu :
  1. Pentingnya untuk mengelola semua kontak dan mengontrol arus informasi dengan media.
  2. Pentingnya untuk secara efektif mengelola rentetan arahan dan tips yang masuk.
  3. Pentingnya untuk secara akurat dan efisien menghilangkan tersangka potensial.
  4. Semua ini harus dilakukan dengan tetap menjaga komunikasi dengan pembunuh, dengan harapan ia akhirnya akan membuat kesalahan. 
Komunikasi dengan Pembunuh
Dengan bimbingan dari Unit Analisis Perilaku FBI, satgas menerapkan strategi dengan hati - hati untuk membuka dialog dengan BTK. Polisi menanggapi komunikasi dari BTK menggunakan media yang telah dirancang serta menjaga pembunuh berkomunikasi meskipun tanpa sadar dengan peneliti. Strategi yang diterapkan berjalan lancar.
Pada bulan Januari 2005 BTK meninggalkan kotak sereal yang mengandung pesan untuk polisi di belakang sebuah truk pickup milik karyawan Home Depot. Dalam pesan tersebut ia menulis Jujur, dapatkah saya berkomunikasi dengan Floppy dan tidak ditelusuri ke komputer”, menjalankannya selama beberapa hari dalam kasus saya di luar kota dan lain-lain. Saya akan mencoba menggunakan floppy dalam waktu Februari atau Maret”. Penyidik bertindak cepat dan merespon dengan menempatkan iklan baris di Eagle. Iklan itu berbunyi: "Rex, itu akan baik-baik saja, Hubungi saya PO box 1 empat ref. Jumlah di 67202. "

Peran Bukti Digital dan Penangkapan BTK Killer

Dengan melakukan investigasi terhadap bukti digital yang telah dimiliki oleh pihak berwenang akhirnya tersangka BTK Killer berhasil ditemukan. Dalam proses tersebut polisi berhasil mengidentifikasi ini dari bukti digital tersebut. Adapun isi dari Floppy Disk tersebut adalah :
  1. Berisi data valid berlabel ". Uji A.RTF" Berkas berisi pesan: "Ini adalah tes. Lihat 3x5 Card untuk rincian tentang komunikasi dengan saya di koran".
  2. Dokumen yang sudah dihapus, dokumen Microsoft word tersebut diperiksa metadatanya dan ditemukan menunjuk ke komputer yang terdapat di Gereja Christ Lutheran yang memiliki nama Dennis sebagai editor terakhir dari dokumen komputer yang mana Dennis Rader presiden dewan jemaat.
Dari hasil proses investigasi digital tersebut polisi berhasil menemukan beberapa bukti yang mengarah pada tersangka utama yakni :
  1. Nama Dennis sebagai eksekutor terakhir Floppy Disk.
  2. Gereja Lutheran Kristus sebagai tempat melakukan aktifitas pada Floppy Disk.
  3. Perpustakaan Umum Park City Community sebagai tempat untuk melakukan revisi terhadap Floppy Disk tersebut.
Pada tanggal 25 Februari 2005, tak lama setelah investigasi dilakukan pada tengah hari, Dennis Rader ditangkap di depan rumahnya saat mengemudi pulang untuk makan siang dari kantor Park City nya. 

Setelah 11 bulan intens penyelidikan dan mengumpulkan lebih dari 1.300 sampel DNA, penyeka DNA akhir kasus ini dieksekusi oleh surat perintah dan dikumpulkan dari BTK tersangka Dennis Rader. Dennis Rader disarankan hak-haknya. Dia kemudian setuju untuk berbicara.
Rader awalnya berbicara dengan penyidik selama kurang lebih tiga setengah jam sebelum mengaku menjadi BTK dan melakukan 10 kali pembunuhan. Selama wawancara, ia mengatakan ia diidentifikasi dengan Letnan Landwehr, juru bicara tunggal Departemen Kepolisian Wichita. Dia mengatakan bahwa sebelum ditangkap ia merasa bahwa ia berbicara langsung kepada Landwehr. Pembunuh mengatakan bahwa ia merasa bahwa ia dan Landwehr memiliki banyak kesamaan, dan bahwa mereka "memiliki hal yang baik." Rader juga bingung bahwa polisi berbohong kepadanya tentang kemampuan kepolisian untuk melacak identitasnya melalui floppy disk , ia bertanya, "Mengapa Anda berbohong padaku?"
Rader mengaku bersalah atas semua tuduhan pada 27 Juni 2005 kemudian dituduh dengan tuduhan pembunuhan 10 orang tingkat pertama. Beberapa tetangga dan anggota gerejanya, di mana ia menjabat sebagai presiden dewan gereja, tercengang oleh berita dan tidak bisa percaya bahwa orang yang mereka tahu adalah pembunuh berantai yang menghantui daerah begitu lama. Sebagai bagian dari pembelaan, dia memberikan rincian mengerikan dari kejahatannya di pengadilan. Dia lolos dari hukuman mati karena dia melakukan kejahatan sebelum 1994 pemulihan negara dari hukuman mati. Rader saat ini menjalani hukuman seumur hidup di penjara Kansas.

Kesimpulan

  • Denis Rader yang memiliki nama lengkap Dennis Lynn Rader merupakan tersangka pembunuh berantai yang dikenal dengan julukan “BTK Killer” atau “BTK Strangler”, BTK sendiri singkatan dari “Bind, Torture, and Kill”. Pembunuhan pertama yang dilakukan berawal dari tahun 1974 sampai dengan tahun 1991 dengan jumlah korban sebanyak 10 orang.
  • Dennis Rader ditangkap di depan rumahnya pada siang hari saat hendak pulang makan siang dari tempat kerjanya.
  • Denis Rader ditangkap melalui bukti – bukti yang didapat dari hasil investigasi Forensik Komputer dari bukti di digital Floppy disk yang dikirim ke stasiun TV Lokal dan melalui tes DNA terhapap salah satu anaknya.
  • Denis Radder dijatuhi hukuman seumur hidup atas tuduhan pembunuhan 10 orang korbannya, ia tidak dijatuhi hukuman mati dengan kata lain dia “lolos” dari hukuman mati karena dia melakukan kejahatan sebelum tahun 1994 dimana pada tahun 1994 negara menerapkan pemulihan negara dari hukuman mati.

SUMBER
http://murderpedia.org/male.R/r/rader-dennis.htm